panggilan : instal komputer/notebook,rakit pc, virus,upgrade,recovery,barang Electronic dll,hub yadie : 085711812322(jabotabek)sabtu-minggu atau bisa konsultasi (gratis)

About Me

My photo
saya lahir 18mei dijakarta, pekarjaan swasta telp : 085711812322, ym : setiadisaputra@yahoo.com no rek mandiri : 1260005912091 a/n setiyadi saputra

Wednesday, September 29, 2010

Ban tubless vs ban dalem..??

Kondisi jalan raya di kota-kota besar yang rawan akan tindak kejahatan tebar paku membuat para pengendara kendaraan roda dua alias sepeda motor menjadi berpikir dalam rangka mengatasi ban kendaraannya yang sangat rentan menjadi sasaran kejahatan. Selain itu, bagi pengguna sepeda motor yang membutuhkan kemampuan lebih dari ban sepeda motornya juga akan melirik untuk mengganti ban tube dengan ban tubeless (tubles).

Ban tubeless adalah ban yang dirancang khusus tidak menggunakan ban dalam, sedangkan ban tube wajib dipakaikan ban dalam untuk bisa berjalan menggelinding di jalan raya. Ban tubeless memiliki lapisan sendiri untuk menampung udara sehingga dapat digunakan tanpa harus dipasangi ban dalam. Berikut ini adalah beberapa perbandingan dan perbedaan antara ban tube dengan ban tubeless (ban dengan ban dalam vs tanpa ban dalam) :

1. Harga

Dari segi harga ban tubeless lebih mahal daripada ban biasa karena ban tubles memiliki tambahan lapisan kuat yang kompleks. Sebenarnya ban biasa jika harganya ditambah dengan harga ban dalam serta ongkos pasang/kirim mungkin harganya tidak akan jauh berbeda.

2. Tampilan

Biasanya ban biasa akan terlihat kotak daripada ban tubeless yang lebih bulat bentuknya. Dengan demikian pemakai ban tubeless akan lebih mudah untuk manuver dibandingkan dengan sepeda motor dengan ban biasa.

3. Ketahanan

Ban biasa jelas lebih awet jika digunakan normal yang bisa mencapai dua tahun lebih, sedangkan ban tubles hanya bisa bertahan satu tahunan saja karena memiliki bahan kompon yang lunak.

4. Anti Paku / Anti Bocor

Ban tubeless jika terkena paku biasanya pakunya akan menancap terus pada ban dan udara yang ada di dalam ban akan berkurang sedikit demi sedikit jika robeknya tidak terlalu besar. Jika tidak menyebabkan kebocoran maka ban dapat dipakai terus-menerus tanpa harus cabut paku dan ditambal. Terlebih jika ban tubeless dipadukan dengan cairan khusus pelindung yang akan menambal lubang sendiri ketika bocor.

Sedangkan jika ban yang dipakai adalah ban biasa dengan ban dalam, maka jika tertusuk paku akan membuat ban bocor dan anginnya keluar dalam waktu singkat sehingga motor perlu didorong ke tukang tambal ban ketika bocor mendadak.

5. Isi Ban

Ban tubeless bisa diisi/dipompakan dengan gas nitrogen agar suhu ban tetap stabil dingin tidak mudah panas serta rasanya ringan dikendarai. Kalau ban biasa hanya bisa diisi gas/udara yang biasa saja. Ban tubles bisa diberi cairan pelapis anti bocor untuk mengantisipasi ban bocor tiba-tiba agar kembali seperti sedia kala.

6. Perbaikan Ban Rusak


Saat ban menjadi bocor akibat berbagai sebab, maka baik ban tubeless maupun yang tube butuh perbaikan untuk menambal lubang tersebut di tukang tambal ban atau di bengkel. Yang jelas secara umum, memperbaiki ban tubeless lebih mahal biayanya jika dibandingkan dengan ban biasa. Ban tubles ditambal dari bagian dalam, sedangkan pada ban biasa, harus dikeluarkan dulu ban dalamnya untuk ditambal.

Artikel Yang Sama



No comments:

Post a Comment

Total Posting dan Komentar

posting
Komentar

Posting Populer

menurut ente blog ane..??